Top Social

Senin, 17 Desember 2018

Punya Atasan Orang Asing? Begini Cara Komunikasi yang Tepat




Di era globalisasi seperti saat ini, makin banyak perusahaan asing beroperasi di Indonesia. Menurut data BPS seperti yang dikutip dari Detik, di tahun 2016 ada sekitar 26,7 juta perusahaan asing di Indonesia, sedangkan sepuluh tahun yang lalu atau pada tahun 2006 ada 22,7 juta perusahaan. Artinya dalam jangka waktu 10 tahun ada sekitar 3,98 juta perusahaan asing baru beroperasi di Indonesia.

Hal ini membuat persentase tenaga kerja Indonesia punya atasan orang asing semakin besar. Perbedaan bahasa kerap jadi batu penghalang untuk terjalinnya komunikasi yang baik antara karyawan dan atasan, selain perbedaan kultur. Kalau kamu punya atasan orang asing, berikut ini cara komunikasi yang tepat.

Gunakan Bahasa Inggris
Sumber foto: wikihow
Kamu berasal dari Indonesia, dan atasan mungkin berasal dari Kanada, India, Jepang, Korea, Tiongkok, atau America. Agar sama-sama mengerti maka gunakan bahasa Inggris, soalnya bahasa Inggris itu bahasa internasional sehingga semua orang pasti paham. Kalau belum menguasai bahasa Inggris mending belajar lagi pakai Neo Study, platform belajar bahasa Inggris kekinian yang praktis. Tinggal unduh di PlayStore atau Apps Store, dan test bahasa Inggris secara gratis melalui tautan ini. Lalu daftarkan diri untuk memulai belajar.

Belajar dengan Neo Study kamu tidak hanya menguasai tenses, tapi juga bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan jelas. Pengenal suara canggih di Neo Study akan mengasah pengucapan bahasa Inggris kamu. Asiknya lagi, kamu bisa belajar langsung dengan native speaker sampai cas cis cus.

Tanyakan Sebelum Memberikan Bantuan
Sumber foto: theessesnsialskill
Atasan memang selalu membutuhkan bantuan bawahannya, namun jangan berpikir kalau atasan kamu selalu butuh bantuan kamu. Makanya selalu tanyakan dulu apakah atasan butuh bantuan atau tidak, dengan begitu atasan tidak akan tersinggung atau merasa dilangkahi.

Biarkan Atasan Melaksanakan Tugasnya
Sumber foto: suara. com
 Atasan kamu juga punya tugasnya, jadi jangan sampai kamu terlalu mencampuri pekerjaannya dengan memberikan ide atau usulan yang cenderung sok tahu. Berikan saran dan ide secukupnya, jika atasan tetap bertahan dengan pendiriannya maka hargai dan jalankan tugas kamu sesuai dengan kapasitas kamu.

Sekarang sudah tahu kan cara yang benar? Besok-besok jangan sampai salah ya, kalau sudah miss communication bisa bahaya.
Be First to Post Comment !
Posting Komentar